Tampilkan postingan dengan label Kesmas2014. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesmas2014. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Januari 2015

S1 Kesmas-Perjalanan Hidup Lewat Sekitarku, Claudia Valerie: Tugas 1



Perjalanan Hidup lewat Sekitarku
Sekian lama tinggal di desa ini mulai dari umurku yang berusia 5 tahun hingga 19 tahun ini, aku merasakan banyak perubahan. Dari mulai kelahiranku yang tepat di kampungku, Palembang, lalu pindah ke kontrakan 3 petak yang sumpek nan panas yang berada di daerah Tangerang Kota, dan kini menemukan gubuk yang sering ku katakana sebagai rumahku, istanaku. Sejak di Palembang aku hanya numpang lahir saja. Karna masih di kampung yang sering disebut dusun itu, aku hanya dilahirkan seorang dukun yang mahir dalam hal melahirkan, mereka bilang ketika aku lahir aku tidak mengeluarkan suara dan tidak menangis. Lalu dengan dukun di sana aku diambilkan daun kelor untuk memukuliku supaya aku dapat menangis. Menurut kepercayaan orang sana ketika anak diberi nama tapi anak itu sakit-sakitan anak itu harus diganti namanya, namun mungkin ketika harusnya demikian orangtua ku mengganti nama ku. Aku lahir sebagai anak pertama dari 3 bersaudara, namun ketika mama ku mengandung anak keduanya, mungkin ia merasa kelelahan jadi dia mengalami keguguran. Selang waktu beberapa bulan mama ku mengandung lagi dan melahirkan adik ku perempuan. Waktu aku masih kecil, aku pernah tinggal di Palembang, disana masih banyak sekali pohon-pohon dan hutan yang jalannya pun belum jelas, yang pasti masih tanah merah. Kakek dan nenek ku telah di transmigrasi dari jawa timur tepatnya di Malang dan nenek ku dari Madura. Banyak lahan kosong, namun suasananya mencekam, banyak yang takut di ganggu oleh orang asli sana. Air pun masih bening sekali, namun sayangnya ketika ingin membuang air besar kam tidak memiliki wc, jadi harus ke sungai, dan di sungai itu pun banyak sekali orang yang mencuci dan mengambil air untuk memasak. Ketika aku berumur 1 tahun aku di ajak ke Malang dengan kedua orangtuaku, aku di ajak melihat gunung kawi, walaupun aku masih belum mengerti, dan hanya mendengar cerita dari orangtua ku setidaknya aku masih punya gambaran yang baik, kata mereka disana keadaannya baik sekali, banyak sawah yang membentang, airnya sangat dingin begitupun hawanya, tidak banyak polusi diudara. Aliran air dari sawah pun masih baik sekali. Setiap rumah pemandangannya seperti gambar-gambar yang sering di gambar oleh anak-anak di waktu sd, ada gunung dan sawah yang membentang.
Saat aku berumur 3 tahun aku masih tinggal di daerah Kota Tangerang lebih tepatnya di Jatake, suasana disana sangat banyak polusi, karena disana tempat industry. Banyak asap disana sini, aku tinggal di kontrakan 3 petak yang kumuh, namun disana ku temukan para tetangga yang baik hati dan saling menolong. Tidak enaknya disana aku harus menunggu giliran ketika harus memakai kamar mandi atau toilet karena kamar mandi hanya ada dua, namun aa 6 kontrakan di kali jumblah kepala di per kontrakan itu. Kamar mandinya pun kotor, air nya banyak sekali jentik nyamuk. Tidak ada orang yang mau bekerja sama membersihkan tempat penampungan airnya, ataupun tempat pembuangan feses. Airnya sangat minim sekali, untuk mencuci saja harus mengirit kalau tidak terpaksa harus membeli air dari orang yang berkeliling menjual air dengan gerobak dan drigen-drigen. Untuk lingkungannya sendiri memang tidak begitu rapih karena di perkomplekan industry, banyak asap pabrik yang sering terbuang di udara dan menyebar ke udara di sekitar kontrakan. Banyak juga asap kendaraan bermotor, mobil, karna disitu adalah jalur utama angkot, motor, dan mobil yang akan berangkat mengantar karyawan ke pabrik dimana mereka bekerja. Ketika hujan sering sekali banjir, karena banyak sekali sungai yang airnya mengaliri selokan-selokan kecil, sungai tersebut airnya berasal dari pablik-pabrik yang membuang limbah ke sungai itu. Air nya pun sampai hitam, dan berbentuk kental. Tidak ada orang yang bertanggung jawab, ataupun mau berotong royong membersihkan itu, mereka sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Ketika aku berumur 5 tahun aku disekolahkan di Taman Kanak-kanak di perumahan dekat kontrakan, suasanya baik disbanding di kontrakan. Masih banyak lahan kosong, namun jarang ada sampah, dan saluran airnya pun di buat rapih sehingga tidak ada polusi udara yang mengganggu, lingkungannya masih asri sekali, tidak ada debu, karna yang hanya bisa masuk, orang yang tinggal di perumahan disana saja dan bukan jalan umum. Masih banyak tanah merah karena belum di tanami rerumputan, hanya banyak lapangan-lapangan luas untuk tempat bermain. Jalannya pun masih aspal banyak yang memanfaatkan tempat itu untuk lari pagi. Jarang sekali ada orang yang berjualan, karena mayoritas semua pekerja di pabrik-pabrik sana.
Masih banyak sekali kampung-kampung kecil namun sangat kumuh dan membuat rumah diatas sungai kecil yang tidak memiliki badan hukum.
Umurku bertambah 1 tahun akhirnya aku sudah menduduki tingkat Sekolah Dasar aku pindah ke Sd Strada Tunas Harapan yang letaknya tidak jauh dari rumah tempat tinggal ku yang berada di Tigaraksa. Aku tinggal bersama kedua orangtuaku di komplek ya masih bisa di bilang perkampungan karna jauh dari mall atau tempat wisata mana saja. Sekian lama aku tinggal disini banyak sekali mengalami perubahan, misalnya saja dari jalan, dulu waktu aku baru pindah jalanan masih tanah merah, lalu beberapa tahun kemudian menjadi batu-batuan yang besar-besar, selang beberapa waktu lagi jalanan telah di aspal dan banyak jalan-jalan kecil sehingga membentuk banyak jalan untuk kemana saja. Dan baru akhir-akhir ini jalanan didekat rumah ku sudah di cor, sayangnya truk sering masuk sehingga membuat jalan cepat rusak. Masih terdapat sawah-sawah disekitar sini, masih ada yang memelihara hewan ternak, seperti kambing, kerbau, sapi bebek, ayam ada juga yang memelihara buaya, burung, anjing, atau pun babi. Memang sangat banyak budaya yang berbeda-beda mulai dari jawa,Sumatra,sunda, betawi, cina, Kalimantan, Sulawesi, flores, dan masih banyak lagi. Semuanya hidup rukun walau kadang masih sering banyak yang iri antara satu sama lain, karena kedudukan di tempat kerja. Agama pun beragam, ada yang Muslim, Kristen, Katolik, Buddha dan juga Hindu. Pekerjaannya pun beragam, mulai dari PNs, Guru, TNI, Polisi, Karyawan, Wiraswasta, dan Pekerja rumah tangga, ada pun ibu rumah tangga. Ketika aku masih berumur tujuh tahun aku tinggal di tempat yang sepi sekali. Sering terjadi kemalingan karena saking sepinya. Namun dengan berjalannya waktu semua sudah berbeda, mulai dari tempat dan lahan-lahan disini, yang tadinya masih sepi sekarang sudah mulai ramai dengan adanya penggusuran sawah yang telah dijadikan perumahan-perumahan baru. Memang bagus namun truk-truk pun semakin rama dan membuat jalanan rusak, seperti truk yang membawa tanah merah, lalu menyisakan tanah merah itu di jalanan sehingga lengket dan tidak ada orang yang mau membersihkannya juga sehingga jalan menjadi kotor dan menjadi bebatu-batu. Ketika musim hujan tanah merah itu menjadi tanah merah yang lengket sehingga membuat jalanan menjadi kotor, lengket, dan licin. Apalagi kalau orang yang melewatinya pada malam hari, kalau tidak hati-hati pasti akan jatuh.
Saat umurku berusia 12 tahun semua keadaan lingkungan sedikit-sedikit ada perbedaan dari yang perairannya baik dan selalu lancar menjadi air yang keruh dan selalu mampet ketika hujan tiba bajir selalu melanda. Untungnya aku tinggal di daerah yang tinggi dan tidak pernah kebanjiran. Air banjirnya memang aliran dari sawah yang berada di tempat atau dataran tingginya. Walau masih bisa dikatakan air yang baik, dan tidak dicampur oleh sampah atau limbah.
Ketika aku berumur 15 tahun, keadaannya semakin memburuk, tidak ada kerja bakti, gotong royong atau bekerja membersihkan sampah di sekitar rumah ku. Mereka sibuk dengan pekerjaan masing masing, selokan pun sekarang tertutup oleh bangunan-bangunan. Air kotor dari kamar mandi hanya mengalir ke kolam yang terisi ikan di belakang rumah masing-masing, ada juga yang mengalirkan air-ait tersebut ke kebun di sekitar rumah. Sampai sekarang keadaannya pun demikian sampah berserakan dimana-mana banyak penebangan liar, sawah-sawah dijadikan perumahan kecil yang sebenarnya akan membuat banjir di lingkungan sekitar. Untuk masalah air yang berada di rumahku airnya memang bersih dan dapat digunakan untuk dimasak atau diminum, namun ketika musim hujan tiba, air menjadi kotor atau keruh sehingga harus menunggu beberapa menit supaya keruhan tersimpan dibawah air. Masih banyak kekurangan yang ada untuk sekarang-sekarang ini karena lingkungan tempat tinggal saat ini berdampak buruk bagi orang-orang yang tinggal ditempat itu dikarenakan tempat itu tercemar oleh kotoran- kotoran hewan ternak seperti kambing, sapi, bebek, dan juga ayam. Seharusnya memang mereka waspada terhadap itu semua namun anehnya mereka tidak sadar akan aroma yang membuat tidak sedap. Malahan mereka membuang kotoran ke kebun-kebun, membuangngya hanya dibuang atau tidak ditimbun ataupun diolah menjadi pupuk tanaman. Padahal yang punya ternak disitu adalah seorang tenaga kesehatan, mungkin tidak mempelajari tentang kesling, tetapi pasti mereka mengetahui tentang pola hidup sehat disetiap lingkungan. Orangnya memang keras kepala, maklum saja orang yang mempunyai pangkat. Memang memalukan namun setidaknya dia harus bisa mengerti dan menyeimbangkan antara kebersihan dan kesehatan. Seharusnya itu boleh saja membuat kandang ternak namun seharusnya ada batas dan jarak yang cukup supaya tidak merisaukan wargga disekitar ya anggap saja kampung. Namun masih diakui suasananya pun masih desa sekali yang jauh terhadap keramaian. Masih banyak sekali cerita tentang lingkungan di sekitar rumah ku ini, yang kurang lebihnya masih tidak baik karena kekurangan-kekurangan tersebut dimiliki oleh setiap makhluk hidup yang kurang bisa menjaga dan merawat lingkungan hidup di sekitar. Memang belum ada solusi yang tepat untuk membangun desa kami menjadi lebih baik kecuali penggerak, yang mempunyai akal kreatif, dan semoga kelak saya belajar dan lulus nanti saya bisa membagi ilmu saya kepada warga masyarakat di lingkungan tempat saya tinggal. Kurang lebihnya saya mohon maaf untuk menceritakan keburukan yang berada di wilayah tempat tinggal saya, akhir kata saya mengucapkan terima kasih.

Selasa, 30 Desember 2014

S1-Kesmas-2014-IinMarlina=Tugas 3 Serba Serbi



Nama : iin marlina
Kesehatan masyarakat

            Perkenalkan nama saya iin marlina lahir di tangerang pada tanggal 04-06-1995,untuk postingan ini saya ingin bercerita serba serbi kampus dari awal masuk kuliah sampai sekarang.
 Sekolah Tinggi Kesehatan Banten (STIKES BANTEN) tapi lokasi berada jauh dari yang namanya Banten, meski masih masuk juga ke provinsi Banten. Stikes ini berada di dekat BSD City, tepatnya di Jalan Rawa Buntu, atau Jalan Buaran, Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Provinsi Banten. Lebih tepatnya lagi di samping stasiun kereta api Rawa Buntu, dekat dengan jalan Tol BSD Serpong.
            STIKES Banten sudah berdiri sejak tahun 2003. Program yang digelarnya: S1 Keperawatan , S1 Kesehatan Masyarakat, D3 Manajemen Rumah Sakit, dan D3 Kebidanan.Gedung kampus STIKES Banten yang sekarang terlihat masih baru. Citra satelit Google versi Desember 2010 pun belum merekamnya. Meski begitu, sebagaimana terlihat di foto dan Citra satelit yang ada, kampus ini bisa teridentifikasi dari BTS yang berada di sampingnya.Gedung ini juga menjadi kampus bagi SMK Kesehatan RI. Kata RI merupakan singkatan dari Riksa Indrya.
Ketika saya mendaftarkan diri ke kampus ini , merasa penasaran dengan ajar mengajar di  ini STIKES BANTEN saya merasa bangga akan tetapi takut juga ketika menghadapi yang namanya OSPEK (orientasi ) setelah saya jalani ternyata ospek di kampus ini benar-benar cape dan asyik sih ketika menjalankan ospek 3 hari lamanya,ketika masuk kelas saya bingung karna belum ada satupun teman yang saya kenal.
Nah ketika masuk awal kuliah perdana saya mikir kalau kuliah itu bakalan terlantar sama dosennya,tapi ternyata ? tidak separah itu loh,si dosen masih sedikit perhatian ke mahasiswa dan mahasiswinya ,malahan kita merasa kalo kita itu masih terasa kaya sekolah menengah  atas( SMA). Cuma yang saya kaget itu masalah tugas,wah bener- bener deh tugasnya itu emang jauh berbeda dengan tugas SMA,
            Ketika saya sudah semester 2 saya mengikuti organisasi yang ada di kampus yaitu SENAT, ketika menjadi anggota saya penasaran dengan eskul ,fasilitas dan kesehatan lingkungan disini. Pertama saya menanyakan kesehatan lingkungan ini dengan staf yang ada dikampus ini. Kebersihan disini sudah lumayan bersih dan rapih,karena dikampus ini banyak OB yang membersihkannya, mereka membersihkannya ketika pagi-pagi sebelum mahasiswa/i ,dosen dateng,dan ketika perkuliahan selesai. Dan kebersihan disini juga sudah di bagi-bagi dari bagian toilet, tangga, kelas, laboratorium, ruang dosen, mushola juga. Menurut staf yang saya wawancarai kebersihan yang kurang bagus itu di toilet,maupun toilet wanita ataupun pria sama saja kotor,dan bau.yah diwajarin lah karna kampus ini kan bukan hanya mahasiswa/i stikba doang  akan tetapi siswa/i riksya indriya, dan jendela-jendela kampus itu jarang di bersihin,jadi kampus itu terlihat kotor jika dilihat dari luar, karna debu- debu sangat banyak. dan dulu juga madam pernah menegor OB karna jendela-jendela terlihat kotor, dan menurut beliau yang kurang bagus itu kebersihan mushola,iyah mungkin karna musholanya sempit tetapi banyak mahasiswa/i dan siswa/i yang menunaikan ibadah di mushola, dari tempat wudhu juga terlihat becek dan mukena juga berantakan, jika kebersihan air di kampus ini sudah di bilang bagus, dan ruang kelas,laboratorium juga sudah bagus,tetapi lapangan kampus kurang baik karena ketika hujan itu sering banjir. Jika tangga dan lift sudah bagus karna setiap sore di bersihkan oleh OB sesudah jam perkuliahan selesai,jika laboratorium di lantai 4 itu sudah bersih,akan tetapi banyak alat- alat medis yang sudah tidak terpakai masih di simpan, dan jika kesehatan lingkungan di samping kampus sangat kotor, berantakan, dan bau,karena sampah-sampah terlalu banyak dan pohon-pohon yang sudah di tebang tidak di urusi sehingga pohon yang masih tumbuh dengan subur itu daun-daunnya berterbangan ke dalam kampus sehingga membuat lapangan kampus menjadi kotor, warga sekitar pun tidak ada yang mengerjakan kerja bakti.
            Kebersihan di kantin juga masih terlihat kurang rapih dan bersih, karena fasilitas kantin belum bagus,dari bangku ,meja juga jika kantin di luar kampus juga sama seperti itu belum bisa di bilang steril makanannya,tempatnya juga begitu. Jika kebersihan di sekitar kampus belum bisa di bilang bagus karena masih banyak sampah organic dan non organik,samping kampus masih belum bisa teratasi masalah kebersihannya karna warga sekitar tidak ada yang peduli.
Kesehatan lingkungan menurut HAKLI (himpunan kesehatan lingkungan Indonesia) suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis ,antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia. Jika sumber air bersih di sungai rata-rata 40000 kilometer kubik air segar diperoleh dari sungai- sungai di dunia.ketersedian ini sepadan dengan lebih dari 7.000 meter kubik untuk setiap orang ,sepintas terlihat cukup untuk menjamin persediaan yang cukup bagi setiap penduduk,tetapi kenyataan air tersebut sering kali di tempat- tempat yang tidak tepat. Jika sumber- sumber air bersih biasanya terganggu akibat penggunaan dan penyalahgunaan sumber air itu seperti : pertanian,industry eksploitas sumber- sumber air secara masal oleh rumah tangga. Dan jika tidak ada air bersih juga bisa mengakibatkan : penyakit diare, dan cacingan.
            Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembuatan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembuatan munafaktur atau materi berlebihan atau ditolak atau di buang.sampah bisa di bilang juga sisa suatu usaha atau kegiatan yang berwujud padat,baik berupa zat organic maupun non organic yang bersifat dapat terurai maupun tidak terurai dan dianggap sudah tidak berguna lagi sehingga di buang ke lingkungan.
Jika Limbah ?“Yaitu sisa suatu usaha dan atau kegiatan ,
Pengelolaan Sampah Rumah Sakit sebaiknya memperhatikan hal-hal :
    1. Sampah dari setiap unit pelayanan fungsional dalam rumah sakit dikumpulkan oleh tenaga perawat khususnya yang menyangkut pemilihan sampah medis dan non-medis, sedangkan ruangan lain bisa dilakukan oleh tenaga kebersihan.
    2. Proses pengangkutan sampah dilakukan oleh tenaga sanitasi dengan kualifikasi SMP ditambah latihan khusus.
    3. Pengawas pengelolaan sampah rumah sakit dilakukan oleh tenaga sanitasi dengan kualifikasi D1 ditambah latihan khusus.
Limbah terbagi 3 yaitu :
1. Limbah padat: semua limbah rumah sakit yg berbentuk padat sebagai akibat kegiatan rumah sakit yg terdiri dari limbah medis padat dan non-medis.
a. Limbah medis padat à limbah padat yang terdiri dari limbah infeksius, limbah patologi, limbah benda tajam, limbah farmasi, limbah sitotoksis, limbah kimiawi, limbah radioaktif, limbah kontainer bertekanan, dan limbah dengan kandungan logam berat yang tinggi.
b. Limbah padat non-medis àlimbah padat yg dihasilkan dari kegiatan di rumah sakit di luar medis yg berasal dari dapur, perkantoran, taman, dan halaman yg dapat dimanfaatkan kembali apabila ada teknologinya.
2. Limbah cair à semua air buangan termasuk tinja yg b’asal dari kegiatan rumah sakit yg kemungkinan mengandung mikroorganisme, bahan kimia beracun dan radioaktif yg berbahaya bagi kesehatan.
3.Limbah gas àsemua limbah yg berbentuk gas yg berasal dari kegiatan pembakaran di rumah sakit seperti insinerator, dapur, perlengkapan generator, anastesi, dan pembuat obat citotoksik.
Kepmenkes 1204/Menkes/SK/X/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
A.Penampungan Sampah
a. Untuk memudahkan pengelolaan sampah rumah sakit maka terlebih dahulu limbah atau sampahnya dipilah-pilah untuk dipisahkan.
b. Pewadahan atau penampungan sampah harus memenuhi persyaratan dengan penggunaan jenis wadah sesuai kategori disamping
B.Persyaratan Tempat Penampungan Sampah (Depkes RI, 2002) :
1. bahan tidak mudah karat
     2. kedap air, terutama untuk menampung sampah basah
     3. bertutup rapat
     4. mudah dibersihkan
     5. mudah dikosongkan atau diangkut
     6. tidak menimbulkan bising
     7. tahan terhadap benda tajam dan runcing

S1-Kesmas-2014-IinMarlina=Tugas 1 Lingkungan Sekitarku



Assalamualaikum Wr.Wb.
Perkenalkan nama saya iin marlina usia saya 19 tahun, Saya lahir di Tangerang pada Tanggal 4 Juni 1995 Saya Kuliah di STIKES BANTEN jurusan S1 Kesehatan Masyarakat semester 3 saya anak pertama dari dua bersaudara, yaitu satu laki-laki saya akan memperkenalkan dahulu nama adik saya yaitu risky kurniawan.Adik saya Alhamdulillah sudah menduduki kelas 6 SD, Dan Alhamdulillah orang tua saya masih sehat semua dan masih diberikan umur panjang oleh Allah SWT. Dan sekarang saya ingin memperkenalkan kedua orang tua saya di mulai dari - Nama orang tua saya bernama “ibu : mardianah  ibu saya anak ketiga dari tujuh bersaudara riwayat ibu saya tamatan SMP. Pekerjaan ibu saya ibu rumah tangga,dan Bapak saya bernama : Chandra bapak saya anak ke’dua dari 17 bersaudara riwayat tamatan SMP pekerjaan bapak saya Wirausaha pedagang pakaian”saya dirumah tinggal dengan empat orang saya,adik dan mama papa saya.sekarang saya tinggal di Desa Kronjo Kp.Kronjo kec.Kronjo Rt/Rw 01/01. saya sudah 19 tahun tinggal dikronjo dengan keluarga saya, sebelumnya saya tinggal di rumah nenek saya,dan dilahirkan di rumah nenek saya juga,karena kedua orang tua saya belum mempunyai rumah sendiri .dan adik saya yang pertama dilahirkan dirumah baru yang berada di desa kronjo kp.kronjo kec.kronjo gang impress dan semenjak dari saya kelas empat SD saya di rumah baru itu.

Sebelumnya saya dan keluarga tinggal di rumah nenek kakek saya yang dari papa yaitu di desa nibung,selama 1 tahun lamanya saya tinggal bersama kakek dan  nenek. Kakek dan Nenek itu dia adalah kedua orang tua dari papa saya .yaitu nenek bernama almh,icha dan kakek bernama masan. selain tinggal bersama kakek dan nenek saya juga tinggal bersama paman dan bibi saya mereka adalah kakak dan adik-adik dari papa saya. Kita tinggal ber-enam belas orang dirumah kakek.keluarga besar papa saya itu sebenarnya ada 16 saudara dan papa saya anak yang ke dua dari 16 saudara tapi meninggal 4 orang yang meninggal dunia, Anak-anak dari kakek nenek baru bibi saya yang sudah berkeluarga , saya semenjak hidup bersama kakek nenek saya susah ,dan serba susah disana dulu mandi aja masih dengan menimba/mengompa air.tapi ketika saya ber usia 3 tahun saya pindah lagi ke rumah asal lahir saya yaitu di desa kronjo kp.kronjo di karenakan orang tua saya bekerja di sana ,suasana di desa nibung sangat beda sama yang di kronjo jika di nibung sepi dan masih banyak sawah-sawah dan setiap malem juga masih berisik suara-suara kodok,tapi jika di kronja sangat ramai ,bersih lingkungannya ,saya dulu tinggal di rumah kakek nenek saya dengan dua belas orang ,akan tetapi sekarang mereka sudah mempunyai keluarga dan mempunyai rumah sendiri-sendri ,paman saya yang pertama dan yang kedua tinggal di kronjo impress,anak ketiganya yaitu mama saya yang dulu belum punya rumah masih menumpang di rumah orang tuanya dan adik-adik mama saya pun masih tinggal bareng bersama saya.tapi ketika saya ber usia 9 tahun orang tua saya sudah mempunyai rumah yaitu di desa kronjo kp kronjo gang impress dan adik-adik mama saya juga masih tinggal di daerah kronjo juga tapi adik mama saya yang terakhir tinggal di balaraja bersama suami dan anak-anaknya.
            Sebelum saya tinggal di Kronjo masih tinggal di kampung nibung ,Lingkungan dikampung saya kadang sepi terkadang juga ramai. Sepi disaat tidak ada acara apa-apa dan ramai ada suatu kegiatan acara dikampung. Di kampung jalanan juga masih berantakan tidak mulus semulus jalan tol. Banyak pohon-pohon, sawah didesa,dan masih banyak jamban di pinggiran kali dan tidak ada pusat perbelanjaan seperti Alfa dan Indo Mart. Jika mereka ingin berbelanja sangat jauh dari tempat tinggal mereka disana, lingkungan disana sangat baik dan asap kendaraan udara tidak begitu banyak tetapi anak-anak didesa jarang memakai sandal ketika mereka sedang bermain,dan sering banyak anak-anak yang membantu orang tuanya ke sawah ,sekolah pun Cuma ada satu,dan muridnya pun jarang ada yang memakai sepatu ketika sekolah.
Di kampung sebelumnya kurang rapih dan tidak baik karena ditempat mereka tidak menyediakan tempat sampah untuk membuang sampah,mereka membuang sampah biasanya di buang di kali kalau tidak di bakar,dan asap-asap nya itu yang membuat bahaya anak-anak kecil masih membuang sampah disembarangan tempat sehingga banyak sampah yang berserakan di jalan, selokan tetapi setiap 1 minggu sekali warga bergotong royong bekerja sama untuk membersihkan rumah halaman mereka dan disetiap jalan untuk kebersihannya , mengubur sampah yang berlubang agar terhindar adanya nyamuk, bukan hanya jalan saja yang kita bersihkan tetapi Tempat Masjid dan Mushola kita juga bersihkan agar terlihat nyaman, bersih dan indah,akan tetapi setelah di bersihkan kotor lagi aja di karenakan membuang sampah nya sembarangan.
Ketika saya dewasa saya lihat di kampung papa saya tempat belajar di kampung atau sekolah mereka dulu tidak ada lantai, kursi, masih tanah jika hujan pasti becek dan banjir atap pun berlubang. Lapangan masih ada rumput liar, tapi sekarang tahun berganti tahun jaman pun telah berubah sekolah di kampung yang dulunya kurang memadai sekarang akhirnya alhamdulilah sudah pantas nya di pakai, di sana Cuma ada sekolah SD belum ada sekolah SMP,jika orang disana inget melanjutkan ke SMP mereka sangat jauh dari tempat yang mereka tinggal.akan tetapi lingkungan sekolah di kampung sekarang sudah bagus tempat sampah sudah masing-masing kelas, ada halaman, lapangan untuk upacara sudah cukup, guru untuk mata pelajaran sudah ada, dan mengikuti lomba pernah mendapatkan juara, sekarang lingkungan dikampung saya sudah baik kini sudah ada penjaga sekolah dan ada orang yang membersihkan sekolah, agar sekolah aman bagi yang sekolah disana mendapatkan kenyamanan.

Setelah aku berusia 5tahun orang tua saya memasukan saya ke TK yang tidak jauh dari rumah saya,rumah saya dekat dengan jalan raya akan tetapi masuk gang sedikit yang di sampingnya ada selokan yang sangat lumayan besar,selokan disitu masih banyak sampah-sampah yang berserakan yang jarang di bersihi oleh warga sekitarnya,dan saya pun belum mengenali tetangga di sekitar rumah saya,rumah saya pun engga jauh dari juga dari pasar kronjo tempat papa saya berdagang.
Saya jika berangkat sekolah selalu di antar dengan mama saya ,dulu kendaraan di sana masih banyak becak dan jarang ada mobil angkot ,dan ketika saya sekolah TK di anter oleh mama dengan naik becak ,dulu naik becak masih murah 2000 setiap perjalanan ,lingkungan di TK saya rapih setiap kelas di adakan tempat sampah dan diadakan kerja bakti seminggu sekali dan mengambil sampah di sekeliling sekolah setiap mau masuk kelas.
            Ketika saya sudah lulus dari TK saya bersekolah di kronjo nama sekolah SD saya SDN KRONJO 111 saya memasuki sekolah ketika saya berusia 6tahun kelas 1.
Lingkungan dikronjo Permukaan tempat pembuangan sampah di sini cukup rapih dan baik karena ada petugas keliling yang membersihkan setiap 1minggu sekali. Terkadang warga juga ikut dalam bergotong royong disekitar rumah dan bapak RT kita pun ikut terjun untuk bergotong royong bersama warga.
Tetapi di kronjo ada kali yang sangat lumayan besar ,kali itu kurang bersih banyak sampah-sampah yang beredaran di muka air itu,dan di kronjo juga ada sebuah pelelangan ikan yang lumayan besar,itu air limbah dari pelelangan itu di salurkan ke kali jadi kali itu sangat kotor dan bau.di kali itu sangat banyak perahu nelayan dan perahu itu bisa di gunakan untuk masyarakat ingin ke pulau cangkir.
Di pulau itu juga sama seperti kali ,air laut disana banyak sampah-sampah yang beredaran di air laut dan pohon-pohon juga sekarang sudah tidak ada karena sekarang air laut semakin luas.
            Lingkungan dipasar baru kronjo tempat berbelanja cukup bersih setiap hari tepatnya disore hari disaat toko-toko mau tutup pembersih menyapu semua lingkungan pasar , tetapi jika di pasar kronjo hujan pasti sangat becek,dan juga dipasar kronjo bukan juga ada tukang bersih ada juga penjaga keliling dipasar semacem satpam, Pembuangan sampahnya di pasar kurang rapih,di karena kan membuang sampah semuanya di tumpuk di suatu lapangan dari sampah sayur-sayuran pelastik bekas makanan instan dan lain-lain. rapih karena dikelola oleh pembersih sampah.
Lingkungan disekitar rumah, selokan rumah sangat kotor di karena kan masyarakat di situ membuang sampah ke selokan itu jadi mengakibatkan mampet,akan tetapi semenjak sekarang ada IPPKP(ikatan pemuda pemudi keronjo pamong) mereka mengajak semua masyarakat disitu mengajak untuk mengadakan gotong royong 2 minggu sekali dengan di bantu oleh para RT nya.
Lingkungan di sekolah SD adalah dulu sangat lumayan rapih,siswa siswi di suruh memunguti sampah yang ada di sekit sebelum masuk kelas,dan jika di kantin SD saya tempat jajan kita ada yang bersih ada juga yang tidak bersih, yang tidak bersih kita jadi malas untuk berjajan disana di karenakan sampah di warung itu tidak pernah di buang ,dan sangat bau. Disekolah kami terkadang ada sekolah sehat yang 1 tahun sekali ada penyuntikan atau memberikan obat cacing untuk anak-anak.
Selain sekolah SD saya juga pernah masuk sekolah agama bisa dikatakan sekolah Madrasah. Saya sekolah madrasah 2tahun lamanya, lingkungan di sekolah Madrasah saya sama seperti sekolah SD tapi yang terlihat membedakan nya adalah dari warung jajananya atau kantin, di Madrasah kantinnya rapih dan teratur mereka punya tempat untuk berjualan mereka berjualan di luar sekolah tidak masuk kedalam sekolah dan bisa dibilang bersih. Posisi warungnya juga berjajar tidak berantakan dan juga beraturan, di Madrasah setiap hari sabtu kita melakukan kerja bakti membersihkan sekolah, dan setiap hari sebelum pulang sekolah kita rutin untuk membuang sampah walau sampah tidak banyak kita tetap membuangnya, dan setiap jumat sore kita melakukan senam
            Usia saya sekarang sudah 12tahun dan memasuki pondok pesantren modern yaitu “darrul muttaqien” yang berada di cadas sepatan tangerang.Saya sampai 6 tahun lamanya saya hidup di lingkungan pesantren sampai SMA  Lingkungan di pondok sangat berbeda dengan lingkungan rumah,dan sekolah-sekolah kami dulu,lingkungan di pesantren sangat bersih dan trategis kita di sana membersihkan setiap hari minggu kita semua kerja bakti dari santri putri dan putra,dan untuk membersihkan pada waktu sore itu di pondok kita ada yang namanya bagian kebersihan merekalah yang membersihkanya.jika hari biasa santri semuanya di jadwal perkelas untuk membersihkan lapangan, kamar mandi, kelas_kelas yang ada di pesantren. Jika kamar di bersihkan oleh anak kamar nya masing-masing , pengurus kamar nya lah yang membagi jadwal piket,sampah di kamar semuanya di buang ke depan kamar lalu ketika kami sekolah petugas kebersihan keliling kamar untuk mengambil sampah-sampah di kamar tersebut,lalu ketika sampah itu sudah penuh tukang pembersih itu buang ke tempat sampah yang ada di daerah cadas itu.
Lingkungan di pesantren sangat bagus,rapih dan bersih,pesantren saya tidak di gabung kan dengan pesantren putra kita di pisah pesantrenya,di asrama putrid terdapat banyak kamar,musholah,kamar mandi ada 5,kantin di dalem pesantren sudah di bilang banyak dan strategis lingkungan kantinya,klinik juga ada akan tetapi klinik kami dokternya jarang ada di pesantren,murid di pesantren terdapat seribuan murid kami disini mandi di sini mandi masih di barengi bukan sendiri-sendiri.
Pesantren kami sangat banyak debu di karenakan dekat dengan jalan raya,dan jemuran sangat kotor karena setiap hujan baju santri pada jatuh tidak di ambil kembali,dan dapur di pesantren udah di bilang bersih akan tetapi jika santri habis mengantri ambil makan pasti dapur kotor,dapur juga dekat dengan kamar mandi ketika santri setelah mandi mencuci kaki di depan dapur itu.Bagian kbersihan juga mengadakan kebersihan kamar dan kelas setiap bulannya,jadi kebersihan disini sudah lumayan bagus akan tetapi ketika santri di jenguk setiap minggu itu pasti banyak sampah yang berserakan ,dan terlihat kotor ketika di jenguk

 Selesai saya pesantren di darrul muttaqien saya melanjutkan di STIKES BANTEN yang letaknya di Jl.Rawa Buntu BSD-CITY Tangerang Selatan yang sekarang tinggal dibelakang kampus bisa dikatakan saya Ng-kost disini karena faktor kondisi rumah saya jauh tetapi 1 bulan sekali saya pulang untuk menemui keluarga saya.
 Saya sekarang tinggal disini sudah 1 tahun 6 bulan lamanya, selama saya masih kuliah disini saya tetap Ng-kost di kosan linnus.Lingkungan ditempat tinggal saya sekarang (Kostan) . kosan saya bukan seperti kontrakan tapi seperti rumah,kosan saya bersampingan dengan pemilik kosan.Permukaan lingkungan rumah disini lumayan bersih di depan rumah di sediakan tempat sampah besar untuk sampah yang ada di depan kamar kos,dan disiapkan tempat sampah besar disetiap depan kamar, pembuangan sampah datang 1minggu 1 kali atau 2 kali, lingkungan tetangga orang-orang disini ramah murah senyum tetapi ada juga manusia yang selalu manis di depan tapi di belakang pahit,halaman kostan saya setiap hari bersih ada yang menyapu dan mengepel karena pemilik kosan mempunyai pembantu, Air disini bersih tidak keruh tidak seperti di kampung dan disini dekat stasiun nama stasiun disini Stasiun Rawa Buntu jadi bisa mempermudah kita untuk berpergian, lingkungan stasiun Rawa buntu bersih tidak ada sampah parkiran motor dan mobil juga terawat rapih dan ada fasilitas Alfa distasiun, dan toilet distasiun Rawa Buntu cukup lumayan bersih jarang ditempat umum seperti itu toilet bersih.
Lingkungan dikampus STIKES BANTEN halamannya bersih, kelas rapih, kebersihan toilet bersih jika didalam kampus, tetapi kurang bersih di toilet bagian luar, tempat parkiran motor juga rapih, dosen setiap mengajar berpenampilan rapih.akan tetapi di samping kampus belum bisa di bilang rapih di karenakan banyak warga di sini membuang sampah sembarangan.
Cukup sekian kisah cerita kesehatan lingkungan saya dari awal saya tinggal di kampung dan samapai tinggal di kota tangerang.