Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Sekitarku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Sekitarku. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Januari 2015

D3-sekmed-2014-RIZKA-AMALIA:Tugas1LingkunganSekitarKu



Lingkungan sekitarku    


Assalamu’alaikum wr. wb...
Saya akan memberikan informasi terlebih dahulu mengenai kesehatan lingkungan yang saya dapat dari berbagai sumber. Di sini terdapat beberapa pendapat tentang pengertian Kesehatan Lingkungan sebagai berikut :
  • Pengertian Kesehatan Lingkungan Menurut World Health Organisation (WHO) pengertian Kesehatan Lingkungan : Those aspects of human health and disease that are determined by factors in the environment. It also refers to the theory and practice of assessing and controlling factors in the environment that can potentially affect health. Atau bila disimpulkan “Suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.”
  • Menurut HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) “Suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia.”
  • Jika disimpulkan Pengertian Kesehatan Lingkungan adalah “ Upaya perlindungan, pengelolaan, dan modifikasi lingkungan yang diarahkan menuju keseimbangan ekologi pada tingkat kesejahteraan manusia yang semakin meningkat.” Sumber : http://www.indonesian-publichealth.com/2014/08/pengertian-kesehatan-lingkungan.html
Di sini saya akan bercerita untuk yg menyempatkan waktunya untuk membaca blog ini tentang kesehatan lingkungan di sekitar. Pertama-tama saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu
Saya adalah remaja yang baru menginjak usia 19 tahun. Nama saya Rizka Amalia, saya anak pertama dari 3 bersaudara saya mempunyai 1 adik perempuan dan 1 adik laki-laki. Adik saya yang perempuan mernama elza yulia. Dia baru menginjak bangku SMP tingkat 1 di SMPN 226 Jakarta yang bertempatan di komplek A.L – Pondok Labu. Dan adik saya yang laki-laki bernama romie nur syamsi. Dia baru menginjak bangku SD kelas 2 di MI AL-Hidayah lebak lestari – Lebak Bulus. Alhamdulillah saya masih memiliki orang tua yang sayang dan mengerti saya, ya Ayah dan Ibu saya. Ayah saya bernama Muhammad Nuh. Ayah saya asli betawi, yang bertempat tinggal di daerah lebak bulus, cilandak – jakarta selatan (rumah yg saya tinggali saat ini). Dan ibu saya bernama Yayah Waryati. Ibu saya berasal dari kota Kembang Bandung di mana ia di lahirkan dan dibesarkan di sana bersama dengan kakek nenek saya.
Saat ini saya sedang menekuni bidang S1 Kesehatan Masyarakat di STIKES BANTEN sekarang sudah menginjak smester 3 dan minggu ini saya harus menyelesaikan UAS dan naik ke tingkat smester 4. STIKES BANTEN berlokasi di rawa buntu – BSD city. Lingkungan di sekitar STIKES BANTEN terbilang cukup baik, tersedia tempat sampah di setiap sudut, lahan parkir yang cukup luas untuk para mahasiswa. Halaman di sekitar STIKES BANTEN pun bersih. Di dalam gedung STIKES BANTEN pun sangat bersih, karna OB di sana sangat rajin. Dari lantai, ruangan-ruangan kelas dan kantor pun sangat besih. Di setiap ruangan memiliki tempat sampah di dalam maupun di luarnya. Di kamar mandi airnya pun bagus, Memiliki wastafel 2 dan cermin sangat besar, lantainya bersih, dan wangi. namun terkadang aromanya suka kurang mengnakan bila terhirup (namun jarang). Bangunan di STIKES BANTEN sangat kokoh, memiliki fentilasi udara yang baik dan pencahayaan bang bagus. Di STIKES BANTEN memiliki 1 gedung dan 5 lantai.
Sebelumnya saya pernah bersekolah di MI AL-Hidayah lebak lestari, yap sama seperti adik saya Romie Nur Syamsi. Selama saya bersekolah di sana saya sangat nyaman, karna sekolah itu bertempatan di kompek kavling lebak lestari. Lingkungan nya yang bersih, udara yang segar karna berada di dalam komplek dan kondisi selokan nya pun baik. Tidak terdapat sampah sedikitpun, hanya dedaunan kecil saja dari tanaman-tanaman sekitar. Dan di bagian dalam sekolah, setiap kelas/ruangan meimiliki ventilasi udara yang baik dan pencahayaannya pun baik sehingga memudahkan siswa/siswi nya melihat ke arah papan tulis dengan jelas, seriap kelas dan ruangan juga memiliki tempat sampah masing-masing 1, di lapangan juga di sediakan tempat sampah di setiap sudutnya. kamar mandi di sekolah itu pun bersih dan tidak bau. Belum lama saya mengunjungi sekolah itu untuk mengantar adik saya Romie bersekolah, saya pun ikut masuk mengantar adik saya sampai kedepan kelasnya. Sekolah itu sudah di renovasi menjadi lebih bagus, dengan kondisi bangunan yang kokoh dan kantin di sekolah itu pun bersih. Sekolah itu jauh dari kebisingan kendaraan bermotor atau bermobil karna jauh sekali dengan jalan raya. Hanya ada kendaraan–kendaraan dari rumah–rumah sekitar dan khususnya kendaraan para pelajar, karna di MI AL- Hidayah Hanya ada kendaraan–kendaraan dari rumah–rumah sekitar dan khususnya kendaraan para pelajar, karna di Al- Hidayah tidak hanya ada madrasah nya saja, tetapi TK, SMP dan SMK pun ada.
Saat lulus dari MI AL-Hidayah, saya menginjak bangu SMP PGRI 12 Jakarta di daerah Pondok Labu – Jak-sel. Tak dapat dipungkiri bahwa masa–masa SMP adalah masa di mna seumuran itu sedang nakal–nakalnya dan asyik dengan dunianya sendiri. Di SMP PGRI 12 Jakarta saya meniba ilmu. Dengan kondisi bangunan yang kuat dan kokoh, memiliki 4 lantai dan ruangan-ruangan pengajaran. Lingkungan di sana kurang bagus karna di depan sekolah terdapa rumah pemulung, sehingga sering mnimbulkan bau yang kurang sedap. Akan tetapi untuk halaman sekitar sekolah itu tetap bersih terjaga, dan kamar mandipun bersih dengan kondisi air yang baik.
Terlepas masa SMP, saya lulus dan menginjakkan ke jenjang SMK. Saya masuk ke sekolah menengah kejuruan di SMK NUSANTARA 02 KESEHATAN yang bertempatan di daerah ciputat – tangerang selatan. Di SMK NUSANTARA 02 KESEHATAN  memiliki beberapa gedung dan memiliki 4 lantai. Gedung di sana sangat kokoh, lingkungannya pun bersih, kamar mandi dan kondisi air juga bersih terawat. Di setiap ruangan/kelas-kelas memiliki tempat sampah. Lantainya pun bersih, tidak kotor. Di SMK saya mengambil jurusan Analis Kesehatan. Masa-masa SMK memang masa-masa yang sulit untuk di lupakan.
Saya tinggal dan di besarkan di daerah Lebak Bulus, Cilandak – Jakarta Selatan bersama dengan ke- 2 orang tua saya dan ke- 2 adik saya. Kesehatan lingkungan merupakan faktor penting dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan untuk kehidupan sehari- hari. Di mana lingkungan yang sehat sangat dibutuhkan bukan hanya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk kenyamanan hidup dan meningkatkan efisiensi beraktivitas. Bila keadaan lingkungan di sekitar bersih dan sehat, maka kita sebagai manusia pun akan merasa nyaman untuk melakukan aktivitas–aktivitas umum sehari- hari. Syarat-syarat Lingkungan Yang Sehat meliputi beberapa unsur, yaitu:
  1. Keadaan Air
    Air yang sehat adalah air yang memenuhi persyaratan-persyaratan, seperti:
  • Persyaratan fisik, cthnya: jernih, tidak berbau, dan berasa. Suhu air bersih => suhu udara + 25⁰c
  • Persyaratan kimia, cthnya: Ph, total solid, zat organik, CO2, Ca, Fe, Mn, Cu, Zn, Cl, nitrit, F serta logam berat lainnya.
  • Persyaratan biologis, cthnya: tidak ada bakteri yang menimbulkan penyakit seperti, E. colli / fecal colli
  • Persyaratan radiologis, cthnya: tidak mengandung bahan-bahan radio aktif seprti sinyal alfa, beta, gama.
  1. Keadaan Udara
    Udara yang sehat adalah udara yang didalamnya terdapat yang diperlukan, contohnya oksigen bersih dan di dalamnya tidak tercemar oleh zat-zat yang merusak tubuh, contohnya zat CO2 (zat carbondioksida).
  2. Keadaan tanah
    Tanah yang sehat adalah tanah yang baik untuk penanaman suatu tumbuhan, cepat menyerap air dan tidak tercemar oleh zat-zat logam berat.
 Keadaan kesehatan lingkungan di daerah Lebak bulus Cilandak – Jakarta selatan terbilang baik, karna di daerah ini jarang terjadi banjir bila terjadi curah hujan yang cukup deras. Di sekitar rumah saya pun alhamdulillah tak pernah terkena banjir, karna faktor lokasi daerah yang tinggi dan di setiap rumah memiliki kebun (tanaman - tanaman sehingga bila terjadinya hujan, air akan menyerap ke tanaman tersebut). Di daerah rumah saya pun kebersihan lingkungan nya terjaga dengan baik, mulai dari sampah, selokan - selokan. Selokan-selokan di sekitar rumah saya perairan yang mengalir sangat lancar, tidak ada sampah rumah tangga atau sampah lainnya yang sulit terurai, yang ada hanya dedaunan-dedaunan yang berguguran. Namun sampah dedaunan yang ada di selokan tersebut selalu di bersih kan setiap seminggu sekali. Bukan hanya selokan dan sampah nya saja yang terbilang baik, namun kondisi air di sini pun baik. Mulai dari kondidi fisik maupun kimiawinya, tidak pernah terjadi kekeringan atau pencemaran air yg mengakibatkan kondisi air menjadi buruk.
Di rumah saya sendiri pun berada dekat jalan raya dan kebisingan pun sedikit menganngu dari suara kendaraan bermotor dan bermobil yang melintas di jalan raya. Pada hari-hari awal masuk kerja seperti hari senin atau hari-hari menjelang weekend seperti jum’at dan sabtu volume kendaraan cukup banyak pada pagi dan sore harinya saja namun tidak sampai terjadi kmacetan. Pada hari- hari lain seperti selasa - kamis hanya padat merayap di pagi hari nya saja dan khususnya di hari minggu volume kendaraan sangat sedikit sekali, tidak sebanyak hari senin, jum’at dan sabtu. Meskipun dekat dengan jalan raya keadaan udara di sini terbilang cukup baik karna setiap rumah-rumah warga memiliki tanaman atau tumbuhan-tumbuhan hijau. Dan di depan rumah saya pun terdapat komplek yang bernama Bona Indah, di komplek tersebut terdapat jantungnya (taman), banyak sekali pohon-pohonan, mulai dari pohon buah, pohon hias, dll..
Karna di sekitar rumah saya rukun tetangganya sangat peduli dengan kesehatan lingkungan. Bagai mana tidak..? Setiap pagi hari di depan, belakang, kanan dan kiri rumah tetangga saya melakukan aktivitas bersih-bersih halaman rumah mereka sendiri, seperti menyapu halaman, menyiram tanaman, dll.. setiap pagi, saya pun selalu menyapu halaman dan menyiram tanaman–tanaman di halaman rumah saya. Membersihkan rumah, seperti menyapu, mengepel, membuang sampah, membersihkan debu- debu yang menempel pada barang–barang rumah tangga, jendela, dll. Karna sekarang ini musim pacaroba. Kegiatan tersebut terus meningkat, karena warga di lebak bulus ini sangat memperhatikan jenis penyakit yang akan menyerang bila lingkungan tidak bersih. Contohnya, bila lingkungan kita tidak bersih seperti banyak genangan air dan tumpukan-tumpukan sampah, maka akan menjadi habitat/ tempat tinggal berbagai macam mikroorganisme yang dapat menumbulkan bibit penyakit. Sebagai warga negara indonesia yang baik, kira harus memperdulikan lingkungan sekitar kita, agar tidak terjadi penyakit yang di akibatkan oleh mikroorganisme dan vector penyakit seperti, nyamuk, lalat, dll.. di lingkungan rumah saya sudah menerapkan cara 3M yaitu, Menguras, Menutup, Mengubur + Menyemprot.
Dan di sekitar rumah saya ada kegiatan setiap hari minggu kerja bakti untuk kebersihan lingkungan, seperti bergotong-royong membersihkan selokan, menanam tanaman-tanaman di kebun, mengurusi puing-puing yang masih berserakan, membersihkan sampah-sampah di daerah sekitar masjid, jalanan sekitar RT/RT, dll. Di sini pun di adakan lomba rumah sehat dan bersih pada perayaan HUT RI (request an nya pak RW). Kegiatan tersebut untuk membantu masyarakan di sekirat Lebak Bulus ini sadar akan pentingnya kesehatan lingkkungan dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai simbol kekreatifan warga sekitar.
pasti setiap manusia ingin kan memiliki lingkungan yang sehat dan jauh dari berbagai penyakit...? ya tentu saja, karna manusia dan lingkungan sangat ada keterkaitannya dengan kesehatan. nah, maka dari itu kita harus peduli dengan keadaan lingkungan di sekitar kita, tak usah payah repot-repot untuk menyadarkan orang lain, sadarilah diri sendiri kita terlebih dahulu agar org lain yang bersama kita pun ikut menyadarinyaa..
Terimakasih sudah menyempatkan membaca blog ini. ^_^ Wassalamu’alaikum Wr.Wb...

Selasa, 30 Desember 2014

S1-Kesmas-2014-IinMarlina=Tugas 1 Lingkungan Sekitarku



Assalamualaikum Wr.Wb.
Perkenalkan nama saya iin marlina usia saya 19 tahun, Saya lahir di Tangerang pada Tanggal 4 Juni 1995 Saya Kuliah di STIKES BANTEN jurusan S1 Kesehatan Masyarakat semester 3 saya anak pertama dari dua bersaudara, yaitu satu laki-laki saya akan memperkenalkan dahulu nama adik saya yaitu risky kurniawan.Adik saya Alhamdulillah sudah menduduki kelas 6 SD, Dan Alhamdulillah orang tua saya masih sehat semua dan masih diberikan umur panjang oleh Allah SWT. Dan sekarang saya ingin memperkenalkan kedua orang tua saya di mulai dari - Nama orang tua saya bernama “ibu : mardianah  ibu saya anak ketiga dari tujuh bersaudara riwayat ibu saya tamatan SMP. Pekerjaan ibu saya ibu rumah tangga,dan Bapak saya bernama : Chandra bapak saya anak ke’dua dari 17 bersaudara riwayat tamatan SMP pekerjaan bapak saya Wirausaha pedagang pakaian”saya dirumah tinggal dengan empat orang saya,adik dan mama papa saya.sekarang saya tinggal di Desa Kronjo Kp.Kronjo kec.Kronjo Rt/Rw 01/01. saya sudah 19 tahun tinggal dikronjo dengan keluarga saya, sebelumnya saya tinggal di rumah nenek saya,dan dilahirkan di rumah nenek saya juga,karena kedua orang tua saya belum mempunyai rumah sendiri .dan adik saya yang pertama dilahirkan dirumah baru yang berada di desa kronjo kp.kronjo kec.kronjo gang impress dan semenjak dari saya kelas empat SD saya di rumah baru itu.

Sebelumnya saya dan keluarga tinggal di rumah nenek kakek saya yang dari papa yaitu di desa nibung,selama 1 tahun lamanya saya tinggal bersama kakek dan  nenek. Kakek dan Nenek itu dia adalah kedua orang tua dari papa saya .yaitu nenek bernama almh,icha dan kakek bernama masan. selain tinggal bersama kakek dan nenek saya juga tinggal bersama paman dan bibi saya mereka adalah kakak dan adik-adik dari papa saya. Kita tinggal ber-enam belas orang dirumah kakek.keluarga besar papa saya itu sebenarnya ada 16 saudara dan papa saya anak yang ke dua dari 16 saudara tapi meninggal 4 orang yang meninggal dunia, Anak-anak dari kakek nenek baru bibi saya yang sudah berkeluarga , saya semenjak hidup bersama kakek nenek saya susah ,dan serba susah disana dulu mandi aja masih dengan menimba/mengompa air.tapi ketika saya ber usia 3 tahun saya pindah lagi ke rumah asal lahir saya yaitu di desa kronjo kp.kronjo di karenakan orang tua saya bekerja di sana ,suasana di desa nibung sangat beda sama yang di kronjo jika di nibung sepi dan masih banyak sawah-sawah dan setiap malem juga masih berisik suara-suara kodok,tapi jika di kronja sangat ramai ,bersih lingkungannya ,saya dulu tinggal di rumah kakek nenek saya dengan dua belas orang ,akan tetapi sekarang mereka sudah mempunyai keluarga dan mempunyai rumah sendiri-sendri ,paman saya yang pertama dan yang kedua tinggal di kronjo impress,anak ketiganya yaitu mama saya yang dulu belum punya rumah masih menumpang di rumah orang tuanya dan adik-adik mama saya pun masih tinggal bareng bersama saya.tapi ketika saya ber usia 9 tahun orang tua saya sudah mempunyai rumah yaitu di desa kronjo kp kronjo gang impress dan adik-adik mama saya juga masih tinggal di daerah kronjo juga tapi adik mama saya yang terakhir tinggal di balaraja bersama suami dan anak-anaknya.
            Sebelum saya tinggal di Kronjo masih tinggal di kampung nibung ,Lingkungan dikampung saya kadang sepi terkadang juga ramai. Sepi disaat tidak ada acara apa-apa dan ramai ada suatu kegiatan acara dikampung. Di kampung jalanan juga masih berantakan tidak mulus semulus jalan tol. Banyak pohon-pohon, sawah didesa,dan masih banyak jamban di pinggiran kali dan tidak ada pusat perbelanjaan seperti Alfa dan Indo Mart. Jika mereka ingin berbelanja sangat jauh dari tempat tinggal mereka disana, lingkungan disana sangat baik dan asap kendaraan udara tidak begitu banyak tetapi anak-anak didesa jarang memakai sandal ketika mereka sedang bermain,dan sering banyak anak-anak yang membantu orang tuanya ke sawah ,sekolah pun Cuma ada satu,dan muridnya pun jarang ada yang memakai sepatu ketika sekolah.
Di kampung sebelumnya kurang rapih dan tidak baik karena ditempat mereka tidak menyediakan tempat sampah untuk membuang sampah,mereka membuang sampah biasanya di buang di kali kalau tidak di bakar,dan asap-asap nya itu yang membuat bahaya anak-anak kecil masih membuang sampah disembarangan tempat sehingga banyak sampah yang berserakan di jalan, selokan tetapi setiap 1 minggu sekali warga bergotong royong bekerja sama untuk membersihkan rumah halaman mereka dan disetiap jalan untuk kebersihannya , mengubur sampah yang berlubang agar terhindar adanya nyamuk, bukan hanya jalan saja yang kita bersihkan tetapi Tempat Masjid dan Mushola kita juga bersihkan agar terlihat nyaman, bersih dan indah,akan tetapi setelah di bersihkan kotor lagi aja di karenakan membuang sampah nya sembarangan.
Ketika saya dewasa saya lihat di kampung papa saya tempat belajar di kampung atau sekolah mereka dulu tidak ada lantai, kursi, masih tanah jika hujan pasti becek dan banjir atap pun berlubang. Lapangan masih ada rumput liar, tapi sekarang tahun berganti tahun jaman pun telah berubah sekolah di kampung yang dulunya kurang memadai sekarang akhirnya alhamdulilah sudah pantas nya di pakai, di sana Cuma ada sekolah SD belum ada sekolah SMP,jika orang disana inget melanjutkan ke SMP mereka sangat jauh dari tempat yang mereka tinggal.akan tetapi lingkungan sekolah di kampung sekarang sudah bagus tempat sampah sudah masing-masing kelas, ada halaman, lapangan untuk upacara sudah cukup, guru untuk mata pelajaran sudah ada, dan mengikuti lomba pernah mendapatkan juara, sekarang lingkungan dikampung saya sudah baik kini sudah ada penjaga sekolah dan ada orang yang membersihkan sekolah, agar sekolah aman bagi yang sekolah disana mendapatkan kenyamanan.

Setelah aku berusia 5tahun orang tua saya memasukan saya ke TK yang tidak jauh dari rumah saya,rumah saya dekat dengan jalan raya akan tetapi masuk gang sedikit yang di sampingnya ada selokan yang sangat lumayan besar,selokan disitu masih banyak sampah-sampah yang berserakan yang jarang di bersihi oleh warga sekitarnya,dan saya pun belum mengenali tetangga di sekitar rumah saya,rumah saya pun engga jauh dari juga dari pasar kronjo tempat papa saya berdagang.
Saya jika berangkat sekolah selalu di antar dengan mama saya ,dulu kendaraan di sana masih banyak becak dan jarang ada mobil angkot ,dan ketika saya sekolah TK di anter oleh mama dengan naik becak ,dulu naik becak masih murah 2000 setiap perjalanan ,lingkungan di TK saya rapih setiap kelas di adakan tempat sampah dan diadakan kerja bakti seminggu sekali dan mengambil sampah di sekeliling sekolah setiap mau masuk kelas.
            Ketika saya sudah lulus dari TK saya bersekolah di kronjo nama sekolah SD saya SDN KRONJO 111 saya memasuki sekolah ketika saya berusia 6tahun kelas 1.
Lingkungan dikronjo Permukaan tempat pembuangan sampah di sini cukup rapih dan baik karena ada petugas keliling yang membersihkan setiap 1minggu sekali. Terkadang warga juga ikut dalam bergotong royong disekitar rumah dan bapak RT kita pun ikut terjun untuk bergotong royong bersama warga.
Tetapi di kronjo ada kali yang sangat lumayan besar ,kali itu kurang bersih banyak sampah-sampah yang beredaran di muka air itu,dan di kronjo juga ada sebuah pelelangan ikan yang lumayan besar,itu air limbah dari pelelangan itu di salurkan ke kali jadi kali itu sangat kotor dan bau.di kali itu sangat banyak perahu nelayan dan perahu itu bisa di gunakan untuk masyarakat ingin ke pulau cangkir.
Di pulau itu juga sama seperti kali ,air laut disana banyak sampah-sampah yang beredaran di air laut dan pohon-pohon juga sekarang sudah tidak ada karena sekarang air laut semakin luas.
            Lingkungan dipasar baru kronjo tempat berbelanja cukup bersih setiap hari tepatnya disore hari disaat toko-toko mau tutup pembersih menyapu semua lingkungan pasar , tetapi jika di pasar kronjo hujan pasti sangat becek,dan juga dipasar kronjo bukan juga ada tukang bersih ada juga penjaga keliling dipasar semacem satpam, Pembuangan sampahnya di pasar kurang rapih,di karena kan membuang sampah semuanya di tumpuk di suatu lapangan dari sampah sayur-sayuran pelastik bekas makanan instan dan lain-lain. rapih karena dikelola oleh pembersih sampah.
Lingkungan disekitar rumah, selokan rumah sangat kotor di karena kan masyarakat di situ membuang sampah ke selokan itu jadi mengakibatkan mampet,akan tetapi semenjak sekarang ada IPPKP(ikatan pemuda pemudi keronjo pamong) mereka mengajak semua masyarakat disitu mengajak untuk mengadakan gotong royong 2 minggu sekali dengan di bantu oleh para RT nya.
Lingkungan di sekolah SD adalah dulu sangat lumayan rapih,siswa siswi di suruh memunguti sampah yang ada di sekit sebelum masuk kelas,dan jika di kantin SD saya tempat jajan kita ada yang bersih ada juga yang tidak bersih, yang tidak bersih kita jadi malas untuk berjajan disana di karenakan sampah di warung itu tidak pernah di buang ,dan sangat bau. Disekolah kami terkadang ada sekolah sehat yang 1 tahun sekali ada penyuntikan atau memberikan obat cacing untuk anak-anak.
Selain sekolah SD saya juga pernah masuk sekolah agama bisa dikatakan sekolah Madrasah. Saya sekolah madrasah 2tahun lamanya, lingkungan di sekolah Madrasah saya sama seperti sekolah SD tapi yang terlihat membedakan nya adalah dari warung jajananya atau kantin, di Madrasah kantinnya rapih dan teratur mereka punya tempat untuk berjualan mereka berjualan di luar sekolah tidak masuk kedalam sekolah dan bisa dibilang bersih. Posisi warungnya juga berjajar tidak berantakan dan juga beraturan, di Madrasah setiap hari sabtu kita melakukan kerja bakti membersihkan sekolah, dan setiap hari sebelum pulang sekolah kita rutin untuk membuang sampah walau sampah tidak banyak kita tetap membuangnya, dan setiap jumat sore kita melakukan senam
            Usia saya sekarang sudah 12tahun dan memasuki pondok pesantren modern yaitu “darrul muttaqien” yang berada di cadas sepatan tangerang.Saya sampai 6 tahun lamanya saya hidup di lingkungan pesantren sampai SMA  Lingkungan di pondok sangat berbeda dengan lingkungan rumah,dan sekolah-sekolah kami dulu,lingkungan di pesantren sangat bersih dan trategis kita di sana membersihkan setiap hari minggu kita semua kerja bakti dari santri putri dan putra,dan untuk membersihkan pada waktu sore itu di pondok kita ada yang namanya bagian kebersihan merekalah yang membersihkanya.jika hari biasa santri semuanya di jadwal perkelas untuk membersihkan lapangan, kamar mandi, kelas_kelas yang ada di pesantren. Jika kamar di bersihkan oleh anak kamar nya masing-masing , pengurus kamar nya lah yang membagi jadwal piket,sampah di kamar semuanya di buang ke depan kamar lalu ketika kami sekolah petugas kebersihan keliling kamar untuk mengambil sampah-sampah di kamar tersebut,lalu ketika sampah itu sudah penuh tukang pembersih itu buang ke tempat sampah yang ada di daerah cadas itu.
Lingkungan di pesantren sangat bagus,rapih dan bersih,pesantren saya tidak di gabung kan dengan pesantren putra kita di pisah pesantrenya,di asrama putrid terdapat banyak kamar,musholah,kamar mandi ada 5,kantin di dalem pesantren sudah di bilang banyak dan strategis lingkungan kantinya,klinik juga ada akan tetapi klinik kami dokternya jarang ada di pesantren,murid di pesantren terdapat seribuan murid kami disini mandi di sini mandi masih di barengi bukan sendiri-sendiri.
Pesantren kami sangat banyak debu di karenakan dekat dengan jalan raya,dan jemuran sangat kotor karena setiap hujan baju santri pada jatuh tidak di ambil kembali,dan dapur di pesantren udah di bilang bersih akan tetapi jika santri habis mengantri ambil makan pasti dapur kotor,dapur juga dekat dengan kamar mandi ketika santri setelah mandi mencuci kaki di depan dapur itu.Bagian kbersihan juga mengadakan kebersihan kamar dan kelas setiap bulannya,jadi kebersihan disini sudah lumayan bagus akan tetapi ketika santri di jenguk setiap minggu itu pasti banyak sampah yang berserakan ,dan terlihat kotor ketika di jenguk

 Selesai saya pesantren di darrul muttaqien saya melanjutkan di STIKES BANTEN yang letaknya di Jl.Rawa Buntu BSD-CITY Tangerang Selatan yang sekarang tinggal dibelakang kampus bisa dikatakan saya Ng-kost disini karena faktor kondisi rumah saya jauh tetapi 1 bulan sekali saya pulang untuk menemui keluarga saya.
 Saya sekarang tinggal disini sudah 1 tahun 6 bulan lamanya, selama saya masih kuliah disini saya tetap Ng-kost di kosan linnus.Lingkungan ditempat tinggal saya sekarang (Kostan) . kosan saya bukan seperti kontrakan tapi seperti rumah,kosan saya bersampingan dengan pemilik kosan.Permukaan lingkungan rumah disini lumayan bersih di depan rumah di sediakan tempat sampah besar untuk sampah yang ada di depan kamar kos,dan disiapkan tempat sampah besar disetiap depan kamar, pembuangan sampah datang 1minggu 1 kali atau 2 kali, lingkungan tetangga orang-orang disini ramah murah senyum tetapi ada juga manusia yang selalu manis di depan tapi di belakang pahit,halaman kostan saya setiap hari bersih ada yang menyapu dan mengepel karena pemilik kosan mempunyai pembantu, Air disini bersih tidak keruh tidak seperti di kampung dan disini dekat stasiun nama stasiun disini Stasiun Rawa Buntu jadi bisa mempermudah kita untuk berpergian, lingkungan stasiun Rawa buntu bersih tidak ada sampah parkiran motor dan mobil juga terawat rapih dan ada fasilitas Alfa distasiun, dan toilet distasiun Rawa Buntu cukup lumayan bersih jarang ditempat umum seperti itu toilet bersih.
Lingkungan dikampus STIKES BANTEN halamannya bersih, kelas rapih, kebersihan toilet bersih jika didalam kampus, tetapi kurang bersih di toilet bagian luar, tempat parkiran motor juga rapih, dosen setiap mengajar berpenampilan rapih.akan tetapi di samping kampus belum bisa di bilang rapih di karenakan banyak warga di sini membuang sampah sembarangan.
Cukup sekian kisah cerita kesehatan lingkungan saya dari awal saya tinggal di kampung dan samapai tinggal di kota tangerang.