Tampilkan postingan dengan label Dian Apriyani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dian Apriyani. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Januari 2015

D3-Sekmed-2014-DianApriyani:Tugas3 Serba-serbi Kesehatan Lingkungan STIKes Banten


“Udara” Yang ada di Lingkungan STIKes Banten

Nama saya Dian, lebih tepatnya Dian Apriyani. Biasa dipanggil Dian. Saya kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten atau bisa di singkat menjadi STIKBA dan atau STIKes Banten. Saya mendapat tugas untuk dari salah satu mata kuliah (kesehatan lingkungan) saya untuk menuliskan 4 tugas kedalam blog, ini tugas ke 3 (tiga) yaitu menulis sebuah blog tentang Serba-serbi Kesehatan Lingkungan STIKes Banten untuk menyelesaikan tugas ini saya mengambil judul tentang “Udara” yang digunakan pada STIKes Banten”.
Peraturan yang membahas tentang standar udara yaitu Permenkes No 1077/MENKES/PER/V/2011. Yang didalamnya terdapat salah satu yang menyebutkan udara bahwa kualitas udara yang buruk dalam ruang rumah dapat menimbulkan gangguan kesehatan, sehingga perlu upaya penanggulangan secara tepat dan berkesinambungan oleh semua pihak.
Untuk lebih jelasnya kita akan membahas tentang udara, apa si udara itu?
Udara adalah zat Yng paling penting setelah air dalam memberikan kehodupan di permukaan bumi ini, selain membeerikan oksigen udara juga berfungsi sebagai alat penghantar suara dan bunyi-bunyian, mendinginkan benda-benda yang panas, dan dapat menjadi media untuk penyebaran penyakit pada manusia.
Udara merujuk kepada campuran gas yang terdapat pada permukaan bumi. Udara bumi yang kering mengandungi 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbon dioksida, dan gas-gas lain.
Kandungan elemen senyawa gas dan partikel dalam udara akan berubah-ubah dengan ketinggian dari permukaan tanah. Demikian juga massanya, akan berkurang seiring dengan ketinggian. Semakin dekat dengan lapisan troposfer, maka udara semakin tipis, sehingga melewati batas gravitasi bumi, maka udara akan hampa sama sekali.
Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) atau dalam bahasa inggris disebut  Air Pollution Index / API) adalah laporan kualitas udara kepada masyarakat untuk menerangkan seberapa bersih atau tercemarnya kualitas udara dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan setelah menghirup udara tersebut selama beberapa jam atau hari. Penetapan ISPU ini mempertimbangkan tingkat mutu udara terhadap kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, bangunan, dan nilai estetika.
ISPU ditetapkan berdasarkan 5 pencemar utama, yaitu: karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), Ozon permukaan (O3), dan partikel debu (PM10).
Di Indonesia ISPU diatur berdasarkan Keputusan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Nomor KEP-107/Kabapedal/11/1997.


ISPU Dan Dampak Kesehatan
ISPU
Pencemaran Udara
Level
Dampak kesehatan;
0 - 50
Baik
Tidak memberikan dampak bagi kesehatan manusia atau hewan.
51 - 100
Sedang
tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang peka.
101 - 199
Tidak Sehat
bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang peka atau dapat menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
200 - 299
Sangat Tidak Sehat
kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.
300 - 500
Berbahaya
kualitas udara berbahaya yang secara umum dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi (misalnya iritasi mata, batuk, dahak dan sakit tenggorokan).
 
Kelembapan adalah konsentrasi uap air di udara. Angka konsentasi ini dapat diekspresikan dalam kelembapan absolut, kelembapan spesifik atau kelembapan relatif. Alat untuk mengukur kelembapan disebut higrometer. Dapat dianalogikan dengan sebuah termometer dan termostat untuk suhu udara. Perubahan tekanan sebagian uap air di udara berhubungan dengan perubahan suhu. Konsentrasi air di udara pada tingkat permukaan laut dapat mencapai 3% pada 30 °C (86 °F), dan tidak melebihi 0,5% pada 0 °C (32 °F). 
Kelembaban memiliki 2 aspek, yaitu :
1.   Kelembaban absolut mendefinisikan massa dari uap air pada volume tertentu campuran udara atau gas, dan umumnya dilaporkan dalam gram per meter kubik (g/m3).
2.   Kelembapan spesifik adalah metode untuk mengukur jumlah uap air di udara dengan rasio terhadap uap air di udara kering. Kelembapan spesifik diekspresikan dalam rasio kilogram uap air,  m_w , per gram udara,  m_a  .


Penanggulangan Polusi Udara
1. Penanggulangan Asap Kendaraan Bermotor
Dilakukan dengan menggunakan bahan bakar yang sedikit mungkin mengotori udara (contoh LPG), melakukan razia terhadap kendaraan bermotor yang tidak layak jalan (kadar emisinya di luar batas), membangun, memperbaiki, serta memperlebar jalan raya agar kemacetan lalu lintas tidak ada.
2. Penanggulangan Asap Rokok
Cara paling tepat dan paling utama yaitu dengan adanya kesadaran setiap perokok untuk berhenti merokok. Kesadaran ini dapat dimunculkan dari luar dan dari dalam diri perokok. Paling efektif jika kesadaran itu dari dalam diri perokok.
3. Penanggulangan Asap Pabrik
Melakukan pengolahan asap yang mengandung udara kotor dan debu sebelum dibuang ke udara bebas melalui cerobong asap pabrik.
4. Gerakan Penghijauan Lingkungan
Melakukan penanaman tumbuh-tumbuhan seperti menanam pohon di lingkungan sekitar kita. Gerakan penghijauan lingkungan akan berhasil apabila ada hubungan kerja sama antara pihak masyarakat dan pihak pemerintah.


Prosedur Pengukuran Parameter Kualitas Udara dalam Ruangan Rumah Sakit

Parameter yang harus dipantau untuk mengukur standard baku mutu kualitas udara dalam ruangan Rumah Sakit antara lain meliputi kualitas fisik, kimia, dan mikrobiologi.

1. Pengukuran Kualitas Lingkungan Fisik

a. Pengukuran kelembaban udara menggunakan Hygrometer. 
b. Pengukuran suhu udara menggunakan Thermometer.

2. Pengambilan sampel kimia gas


  
3. Pengambilan sampel mikrobiologi
Sampling mikrobiologis udara dapat diperoleh dengan menggunakan metode settling plates (peletakan lempeng agar) dan metode mekanik Volumetric Air Sampling (Mertaniasih dkk (2004) 
Ø  Metode settling plates. Prinsip metod eini pada peletakan lempeng agar dalam petri diameter 100 mm yang terbuka akan menampung pengendapan partikel mikroba udara sekitar 1 m3 selama terpapar 15 menit, menggunakan media sampling standar brain heart infussion agar atau trypticase soy agar. Metode ini mudah dan tidak mahal tapi hasilnya tidak betul- betul kuantitatif.

Ø  Metode Volumetric Air Sampling merupakan metode kuantitatif yang lebih tepat, karena partikel udara yang lebih kecil (3 mm) dengan kondisi kelembaban udara akan tetap tersuspensi di udara, tidak turun mengendap di permukaan suatu lempeng agar tetapi dengan metode high- velocity- volumetric air sampling, partikel kecil di udara dapat ditarik dengan kecepatan tinggi ke dalam saluran alat oleh karena suatu pompa (vacuum pump). Selain itu keuntungan pada partikel ukuran besar yang umumnya di udara rumah sakit, rerata 10- 15 mm, dapat ditarik masuk ke dalam media cair (collection fluid) dan terjadi gelembung- gelembung udara yang dapat memecahkan partikel besar sehingga semua kandungan sel- sel mikroba yang hidup akan terpencar dan merata menimpa, menempel pada permukaan lempeng agar yang mengandung nutrisi (brain heart infussion agar atau trypticase soy agar atau Mueller Hinton Agar dan Saboroud Glucosa Agar), sehingga merefleksi jumlah total mikroba di dalam udara per satuan m3. Sedangkan untuk random sampling udara yang akurat dan sering dilakukan menggunakan metode slit sampling atau centrifugal sampling atau staged sampling. Kecepatan aliran udara harus dikalibrasi dengan tepat untuk menjamin hasil yang akurat.


Cara Pengambilan Sampel Udara Ruangan
Berdasarkan Kepmenkes RI No. 1335/ Menkes/ SK/ X/ 2002 tentang standar operasional pengambilan dan pengukuran sampel kualitas udara ruangan di rumah sakit, cara pengambilan sampel udara ruangan adalah sebagai berikut:
1.      Pengambilan sampel mikrobiologi udara
a.       Waktu pengambilan sampel udara adalah setelah proses sterilisasi dan pembersihan ruangan.
b.      Lakukan uji fungsi alat microbiology air sampler yang digunakan untuk mengambil sampel udara.
c.       Lepas kipas dan pelindungnya lalu bungkus dengan kertas, sterilkan dalam autoclave dengan suhu 12 1°C selama 15 menit atau dengan sterilisasi kering dengan suhu 70°C selama 1 jam.
d.      Badan alat didesinfeksi dengan menggunakan alcohol 70 % atau desinfektan lainnya.
e.        Pasang battey pada alat atau adaptor
f.       Pasang kembali kipas dan pelindung pada badan alat.
g.      Atur waktu sesuai dengan lama pengambilan sampel yang direncanakan yaitu 4 menit.
h.      Pasang alat pada piring penyangga / tripod
i.        Siapkan agar strip (media agar)
j.        Tempatkan alat pada titik pengambilan sampel.
k.      Lepaskan media agar strip dari kemasannya dan segera pasangkan pada tempatnya (pelindung kipas) dengan posisi permukaan agar strip mengarah kipas.
l.         Hidupkan alat.
m.    Tekan tombol start pada remote starter (jarak pengukur dengan alat minimal 3 meter) tinggalkan ruangan apabila alat sedang beroperasi.
n.       Alat akan berhenti secara otomatis sesuai dengan pengaturan waktu.
o.       Pengukur segera masuk dan mematikan alat.
p.      Lepaskan media agar strip dari tempatnya dan masukkan kembali pada kemasannya, tutup rapat dan disegel.
q.      Beri keterangan atau label seperlunya antara lain: waktu pengambilan, lokasi/ tempat, lama pengambilan sampel, dan nama pengukur.
r.        Amankan agar strip dengan cara: lapisi agar strip dengan aluminium foil, simpan pada cool box (kotak pendingin ) dengan suhu 4- 10 ºC
s.       Masukkan agar strip pada incubator dengan suhu 30- 35 ºC dan selama 24 jam (bila 24 jam tidak ada pertumbuhan kuman, pembiakan 24 jam lagi).
t.        Setelah waktu pembiakan kuman selesai, jumlah koloni kuman yang tumbuh dihitung dengan menggunakan colony counter.

2.      Pengukuran kualitas fisik udara
Pengukuran dilakukan dengan menggunakan thermometer yang dipaparkan pada ruangan sampai menunjukkan angka yang stabil.
Pengukuran kelembaban relatif, Pengukuran dilakukan dengan menggunakan hygrometer atau humidity meter yang dipaparkan pada ruangan sampai menunjukkan angka yang stabil.
3.      Kecepatan aliran udara
Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat Kata termometer yang dipaparkan selama ± 15 menit pada ruang kerja.
Menurut pendapat saya sendiri udara yang ada di STIkes Banten (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten) sudah mengikuti standar yang telah ditetapkan. Di STIkes Banten (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten) memiliki jendela disetiap ruangannya, dan memiliki ventilasi jendela masing-masing 2 (dua) disetiap ruangannya. STIkes Banten (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten) memiliki 4 (empat) lantai dan disetiap lantainya memiliki sepasang pintu yang sekaligus menjadi jendela disudut pojoknya. Tetapi jarang untuk dibuka karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan sehingga pintu tersebut tidak bisa dimaksimalkan dalam menjadi tempat keluar masuknya udara dari dalam ke keluar ataupun dari luar ke dalam, tapi masih ada celah sedikit diantara pintu-pintu tersebut dan di bagian bawah antara pintu dan lantai STIkes Banten (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten) bisa menjadi tempat keluar masuknya udara.

Untuk diwilayah STIkes Banten (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten) adalah merupakan kawasan bebas rokok. Itu merupakan salah satu tindakan yang bagus untuk mengurangi udara yang tidak baik. Untuk dilingkungan STIkes Banten (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten) tidak terdapat pabrik yang dapat penghambat udara bersih, sehingga tidak ada pencemaran udara dari pabrik-pabrik. Disekeliling STIkes Banten (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten) juga terdapat pohon-pohon untuk menambah sumber udara menjadi lebih baik dan bersih. Letak STIkes Banten (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten) sendiri berada di bisa dikatakan lumayan jauh dari jalan raya, karena masuk sedikit ke dalam gang. Untuk kelembaban udara di STIkes Banten (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten) sendiri memiliki standar yang telah ditetapkan. 

            DAFTAR PUSTAKA
www.google.com


D3-Sekmed-2014-Dian Apriyani:Tugas 1 Lingkungan Sekitarku

Sudah 18 Tahun Hidup Dilingkungan Yang Mengasyikan 

Nama aku Dian, lebih lengkapnya Dian Apriyani. Aku lahir pada tanggal 29 April 1995. Aku anak pertama dari 2 (dua) bersaudara. Sebenarnya si aku anak tunggal tapi itu sebelum aku berumur 12 (dua belas) tahun, setelah umurku 12 (dua belas) tahun mama aku mengandung adikku. Mamahku melahirkan seorang anak laki-laki, yang bernama Muhammad Fajroel Ramadhan Hanafi. Adikku sering dipanggil Rama. Aku tinggal di daerah Ciputat, lebih lengkapnya di Kp. Utan Ciputat kelurahan Cempaka Putih-Kecamatan Ciputa Timur-Tangerang Selatan. Aku mempunyai keluarga yang menurutku mempunyai didikan cukup protektif. Mungkin karena aku anak pertama dan perempuan pula. Aku ingat waktu masa kecilku dulu aku sering sekali ikut bapak kemasjid untuk sholat jum’at. Haha... lucu si kalo diingat-ingat :D tapi itu memang aku. Kecilku dulu aku bisa di bilang cewek tomboy, mungkin lebih tepatnya karena aku senang sekali seperti bapakku. Lingkungan rumahku sangat apik dan bersih. Setiap rumah diwajibkan memiliki minimal 2 tempat sampah didepan rumah masing-masing, 1 (satu)tempat sampah besar didepan rumah dan 1 (satu) disetiap dapur rumah aku dan tetangga-tetangga aku.  Selain tempat sampah disekitar rumah aku juga diwajibkan memiliki pohon-pohon untuk membuat keliling sekitar rumah aku dan tetangga-tetangga aku mejadi baik. Selain atu juga untuk membantu pembuatan oksigen juga. Petugas pengangkut sampah juga setiap pagi hari selalu keliling mengambil sampah-sampah yang ada dirumah-rumah disekitar lingkungan rumah aku. Dilingkungan RT (rukun tetangga) rumahku juga memiliki program kerja membersihkan sekeliling lingkungan atau yang biasa kita kenal kerja bakti membersihkan lingkungan disekitar lingkungan tempat tinggal aku bersama-sama atau bergotong royong. Mulai dari anak kecil hingga lanjut usia kita sama-sama membersihkan atau berkerja bakti bersama-sama mengumpulkan sampah-sampah atau rumput dan tanaman-tanaman liar disekitar perkarangan tempat tinggal  dimana aku tinggal. Kualitas air yang ada disetiap rumah tangga yang ada di daerah aku juga memiliki standar kulalitas air yang baik. Dan juga adanya ventilasi-ventilasi  disetiap rumah aku dan juga rumah tetangga disekitar tempat tinggal aku.
Hingga aku beranjak Taman Kanak-kanak  (TK), itu mungkin pertama kalinya aku memakai rok. Iya, yang aku bilang tadi karena aku tomboy jadi semua pakaian aku semasa kecil celana. Dan karena tomboy pula aku sering sekali berantem dikelas. Aku ingat karena sekolah TK aku dekat dengan tempat tinggal aku, aku sering sekali setiap jam istirahat tiba aku pulang kerumah  untuk mengambil permen diwarung dirumah aku. Tidak tanggung-tanggung satu kelas teman-teman di TK aku dulu aku ajak kerumah untuk mengambil permen. Sampai lupa, aku TK (taman kanak-kanak) di TK Al-Istiqomah. TK Al-Istiqomah bertempat di depan gang rumah tempat aku tinggal. Di TK (taman kanak-kanak) aku bersekolah juga memiliki tempat sampah. Disetiap ruangan didalam kelas maupun dilapangan tempat aku bermain juga memiliki tempat sampah. Ada satu program ditempat aku tk (taman kanak-kanak) itu setiap aku istirahat, kita diwajibkan mencari dan membuang 1 sampah kedalam tempat sampah. Di TK (taman kanak-kanak) tempat aku bersekolah memiliki 1 tempat kamar mandi untuk murid dan 1 kamar mandi di kantor guru unruk para guru-guru aku.Tempat aku sekolah TK (taman kanak-kanak) juga mempunyai kamar mandi yang bersih dan yang pasti tidak ada bau-bau aneh. Kualitas air yang ada di TK (taman kanak-kanak) juga memiliki standar yang baik, begitu juga dengan terdapatnya jendela dan ventilasi untuk pencahayaan  dan keluar masuknya udara.
Aku memasuki sekolah dasar (SD) , nama sekolah aku dulu SDN 1 Ciputat tapi setelah ciputat terpecah sekarang nama sekolah aku menjadi SDN 01 Ciputat Timur. kebiasaan aku yang tomboy itu seiring berjalannya waktu tidak terlalu nakal seperti waktu Tk dulu, mulai mengenal pakaian-pakaian cewek yang identik dengan mengenakan rok. Tetapi tetap teman-teman aku di SD dulu semuanya cowok. Karena SD aku cukup jauh dan jauh pula untuk berkendaraan umum, aku diantar jemput  oleh bapak aku. Karena dulu tidak ada telepon genggam seperti sekarang ini, setelah jam pulang sekolah aku ke wartel menelepon kerumah untuk minta dijemput. Itu setiap hari selama aku sekolah dasar (SD) dari kelas satu sampai kelas enam SD. Dan akhirnya lulus sekolah dasar (SD). Lingkungan sekitar aku SD (sekolah dasar). Di SD (sekolah dasar) aku juga memiliki tempat sampah. Setiap ruangan memiliki tempat sampah masing-masing. Disetiap sudut di sekitar lingkungan sekolah aku juga memiliki 1 tempat sampah. Ada juga poster berupa ajakan membuang sampah pada tempatnya di setiap sudut di atas tempat sampah ditaruh. Di SD (sekolah dasar) aku memiliki 4 (empat) kamar mandi yang diantaranya 2 (dua) kamar mandi untuk murid perempuan dan 2 (dua) kamar mandi untuk murid laki-laki. Di SD (sekolah dasar) memiliki kamar mandi yang bersih. Disetiap didalam kamar mandi juga memiliki tempat sampah ukuran kecil, dan juga diluar kamar mandi juga memiliki tempat sampah dengan ukuran yang sedang. Dilingkungan sekitar SD (sekolah desara) aku juga sangat bersih. Ada juga kebun kecil yang dipenuhi tanaman-tanaman hijau untuk mempercantik dan memperkaya keindahan lingkungan SD (sekolah dasar) tempat aku bersekolah SD (sekolah dasar). Disetiap kelas juga memiliki tugas piket untuk setiap harinya membersihkan kelas setelah jam pulang sekolah. Yang tugasnya menyapu, mengepel, membuang sampah atau kotoran-kotoran yang tertinggal didalam ruang kelas. Juga terdapat jendela dan ventilasi yang masing-masing setiap ruangan memilikinya. Tetapi karena letak sekolah aku dipinggir jalan dan ada beberapa kelas yang disamping jalan, sehingga agak kurang efektif dalam sirkulasi udara jika sudah siang dikarenakan asap kendaraan yang lalu lalang dijalan.
Waktu aku SMP (sekolah menengah pertama) aku masuk disekolah unggulan se waktu itu. Aku SMP (sekolah menengah pertama) di SPM Negeri 1 Ciputat yang sekarang berubah nama menjadi SMP Negeri 3 Tangerang Selatan. Letak SMP (sekolah menengah pertama) didalam gang dan itu lumayan jauh dari jalan raya, yaa.. kira-kira 300meter dari jalan umum/jalan raya. Terdapat lapangan bola yang besar didepan sekolah aku. Di sekolah aku juga terdapat UKS (unit kesehatan sekolah). Tidak jauh beda dengan sekolah dasar (SD) dulu, teman-teman aku kebanyakan cowok dan tetap dianter jemput oleh bapak aku. Hihi... dari awal aku masuk sekolah sampai kelas tiga SMP aku dianter jemput sama bapak. Dilingkungan SMP (sekolah menengah pertama) juga memiliki tempat sampah dengan ukuran bisa dibilang besar pada setiap sudut dilingkungan sekolah aku. Dan memiliki tempat sampah disetiap ruang kelas dengan ukuran tempat sampah yang lebih sedikit kecil dari pada diluar ruangan. Kamar mandi di SMP (sekolah menengah pertama) aku memiliki 2 (dua) ruang kamar mandi, 1 (satu) kamar mandi untuk murid perempuan dan 1 (satu) lagi kamar mandi untuk murid laki-laki. Yang masing-masing didalamnya memiliki 4 (empat) kamar kecil/WC dan 3 (tiga) ruang ganti dengan ukuran kecil, serta 1 (satu) ruangan ganti berukuran sedang. Sama seperti SD (sekolah dasar) dulu disetiap kelas memiliki petugas piket setiap harinya dengan petugas yang berbeda-beda tentunya. 1 (satu) siswa kebagian 1 (satu) hari setiap minggunya. Jendela dan ventilasi juga ada disetiap kelas. Dilingkungan sekolah aku juga terdapat banyak pohon, mulai dari depan gerbang sampai belakang kantin. Dan disekolah aku ini juga terdapat kebun kecil yang berisi tanaman-tanaman yang bisa dibuat obat.
Sampai waktunya aku kelas 3 (tiga) sekolah menengah pertama (SMP), aku memutuskan untuk mengambil sekolah kejuruan dibidang kesehatan. Yaaa.. aku mengambil SMK (sekolah menengah kejuruan). Aku bersekolah di SMK NUSANTARA II KEHATAN, mengambil jurusan Analisa Kesehatan. Awalnya aku tidak mengerti apa itu analisa kesehatan, dan karena tidak sepengetahuan aku itu aku memutusan untuk mengambil jurusan tersebut. Menurut aku itu bidang yang menantang karena aku tidak tahu. Hingga waktu berjalan dan aku mengetahui kalau analisa itu bagian dari penunjang medik di suatu rumah sakit, yaitu dibagian laboratorium. Walaupun teman-teman aku mayoritas anak cewek tetapi aku tetap bergaul dengan teman-teman cowok aku. Kelas satu SMK aku masih suka di anter jemput, kelas dua sudah mulai jarang karena teman-teman aku suka mengantar atau menjemput aku. Sampai kelas 3 (tiga) aku sudah mulai terbiasa berangkat dan pulang dengan teman-teman aku. Sebenarnya sekolah aku ini memiliki banyak jurusan juga diluar bidang kesehatan. Oleh karena itu, sebenarnya sekolah aku ini memiliki 2 (dua) nama, yaitu SMK NUSANTARA I untuk jurusan diluar kesehatan dan SMK NUSANTARA II KESEHATAN untuk jurusan kesehatan. Selain itu sekolah aku juga memiliki bidang perkuliahan untuk kelas karyawan. Setelah dari pagi sampai sore dipake untuk siswa-siswi belajar, malemnya dipakai untuk mahasiswa-mahasiswi untuk perkuliahan. Di SMK NUSANTARA I memiliki 4 (empat) lantai dan SMK NUSANTARA II KESEHATAN memiliki 2 (dua) lantai. Letak sekolah aku ini juga tidak dipinggir jalan, tetapi gerbang utama sekolah aku ini dipinggir jalan. Maksudnya, letak bangunan sekolah aku masih masuk kedalam lagi. Gerbang disekolah aku ini memiliki 2 (dua) gerbang, yaitu gerbang utama di pinggir jalan dan gerbang ke 2 (dua) untuk masuk kehalaman sekolah aku. Di lingkungan sekolah aku juga memiliki tempat sampah berukuran sedang  disetiap ruang kelas disekolah aku dan disetiap sudut-sudutnya. Memiliki 2 (dua) ruang kamar mandi disetiap lantainya, yang berupa 1 (satu) ruang kamar mandi yang isinya 2 (dua) kamar mandi/WC untuk perempuan dan 1 (satu) ruang kamar mandi yang isinya 2 (dua) kamar mandi/WC untuk laki-laki. Kalau di SMK Nusantara I terdapat ventilasi dan jendela untuk  sirkulasi udaranya. Lain halnya dengan tempat aku belajar di SMK Nusantara II kesehatan, disetiap kelas ada ac sehingga tidak ada ventilasi tetapi memiliki jendela yang terbuka.
Lulus SMK (sekolah menengah kejuruan) aku ingin meneruskan untuk kuliah dijurusan yang sama yaitu Analisa Kesehatan. Tetapi karena tempat kuliah yang ada analisa kesehatannya diluar kota dan jauh daru daerah rumah tempat tinggal aku, akhirnya aku memutuskan mengambil jurusan kesehatan masyarakat. Informasi yang aku dapat dari tetangga aku, akhirnya aku memutuskan untuk masuk di STIKES Banten (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten). Letak kampus aku ini juga tidak dipinggir jalan, tetapi masuk kedalam gang walaupun tidak jauh. Masuk pintu gerbang terlihat pohon-pohondisebelah kiri kampus. Terdapat beberapa pohon yang lumayan besar, dan juga ada rumput-rumput untuk mempercantik taman kecil.  Mulai masuk kuliah aku mulai mengerti menjadi perempuan yang sesungguhnya. Haha... diajarkan cara berdandan yang natural, dan juga diwajibkan memakai high heels untuk setiap harinya. Dan teman-teman aku juga mayoritas perempuan sehingga aku bermain dengan anak-anak perempuan sebaya aku. Ada sih anak laki-lakinya tapi menurut aku pemikiran mereka terlalu jauh dan aku tidak mengerti. Hingga semerter 3 (tiga) aku diberi tugas unutk menulis sebuah blog tentang lingkungan sekitar aku. Sehingga aku membuat tugas ini. Untuk lingkungan di STIKES Banten (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten)  terdapat tempat sampah disekitar lingkungan mulai dari kantin sampai setiap ruangan kelas didalam ruangan perkuliahan. Terdapat beberapa pohon-pohon diarea parkir kampus. Untuk kamar mandi, karena STIKES Banten (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten) memiliki 5 (lima) lantai. Terdapat 2 (dua) ruang disetiap lantainya yang didalamnya terdiri dari 1 (satu) ruang untuk perempuan yang berisi 2 (wc) dan 1 (satu) ruang untuk laki-laki yang isinya 2 (dua) wc. Untuk sirkulasi udara tidak ada ventilasi karena disetiap ruang pembelajaran masing-masing terdapat AC tetapi memiliki jendela disalah satu sisinya, yang hanya bisa dibuka satu atau dua saja dan yang lainnya hanya untuk menambah cahaya dari luar dan bukan untuk pertukaran udara.